
Hentikan kebiasaan menebak-nebak terkait proses sterilisasi menggunakan UV
Sebagian besar sistem UV pada dasarnya merupakan “kotak hitam”. Anda hanya perlu menyalakan saklar, berharap agar intensitas cahaya yang dihasilkan cukup, lalu menunggu. Anda harus menunggu sampai bohlam tersebut rusak atau produk yang diproses gagal sebelum Anda melakukan tindakan apa pun. Ini merupakan cara yang tidak efektif untuk mengelola ruang bersih.
Kami ingin mengubah hal tersebut. Kami beralih dari metode “berharap yang terbaik” menjadi metode pemantauan energi secara real-time.
Pemantauan daya yang digunakan secara langsung
Masalahnya adalah, sistem UV-C standar membuang-buang banyak energi. Karena adanya komponen-komponen yang tidak efisien, maka sistem ini kurang efektif.
Namun, dengan adanya sensor arus dan gateway IoT, segalanya berubah. Sekarang, Anda dapat melihat berapa banyak energi yang digunakan oleh setiap bohlam. Jika suatu bohlam mulai berkedip atau tegangan menurun, Anda akan segera mengetahuinya.
Kami mengatur sistem agar memberikan peringatan jika ada bohlam yang menggunakan energi lebih dari 5% dari batas normalnya. Ini merupakan peringatan sederhana, tetapi bisa membantu Anda menghindari masalah akibat produk yang belum sepenuhnya steril.
Kompromi yang harus diterima (karena tidak ada yang sempurna)
Membuat sistem menjadi “cerdas” memang membutuhkan tambahan komponen elektronik. Semakin banyak komponen, semakin besar kemungkinannya komponen tersebut rusak.
Selain itu, ada juga tantangan dalam hal pengolahan data. Jika Anda mengambil sampel data terlalu cepat, Anda akan mendapatkan informasi yang jelas, tetapi juga banyak “kebisingan” listrik yang dapat mengganggu sinyal yang diterima.
Kami telah menemukan keseimbangan yang tepat. Frekuensi pengambilan data yang tepat akan memungkinkan Anda mengetahui kapan suatu bohlam mulai rusak, tanpa membuat jaringan menjadi kacau.
Manfaatnya bagi bisnis Anda
Dengan sistem ini, pekerjaan perawatan menjadi lebih efisien. Anda tidak perlu mengganti bohlam hanya karena sudah tiba waktu tertentu. Sebaliknya, Anda akan mengganti bohlam ketika data menunjukkan bahwa performanya menurun. Dengan demikian, bohlam akan bertahan lebih lama, dan teknisi pun tidak perlu menghabiskan waktu banyak untuk memeriksa kondisi bohlam tersebut.
Selain itu, Anda pun dapat melihat pengeluaran energi secara jelas. Saat Anda ingin memperluas fasilitas produksi, Anda akan tahu berapa banyak energi yang dibutuhkan untuk peralatan baru. Tidak perlu lagi menebak-nebak.